Kelahiran Anak Pertamaku
Aku tau, ini sulit bagi suami. Disaat itu Allah berikan amanah untuk kita, calon bayi yang dititipkan Allah dalam rahimku yang harus kita jaga. Setelah usia kandungan sudah tua, dokter memberikan sepucuk surat untukku kalau satu-satunya jalan agar aku dan bayi selamat adalah caesar. Aku yang tak pernah dirawat di rumah sakit, tiba-tiba harus dioperasi. Memang berat bagi pikiranku kala itu. Tak bisa ku bayangkan, kuliahku akan seperti apa jika aku harus istirahat total di kampung. Dan suamiku bagaimana, ia pasti akan mengkhawatirkanku, bagaimana juga dengan kuliahnya dan juga pekerjaannya. Mendengar prediksi dokter, aku semakin berjuang agar bisa melahirkan normal. Tetapi suami dan seluruh keluargaku menyarankan untuk terima saja saran dari dokter. Akhirnya aku pun menyepakati dengan dokter hari untuk aku dioperasi. Suamiku juga mengatur jadwal cuti nya, dia hanya mendapat izin cuti satu minggu. Aku termasuk orang yang terlalu berpikir panjang, padahal belum tentu kenyataanya seperti ...